Bagi sebagian orang, mimpi adalah "bunga tidur" dan bagi sebagian yang lagi beranggapan bahwa mimpi adalah "jembatan masa depan".
Setelah menunaikan sholat tahajjud (aku masih sembunyi² untuk melakukan sholat tahajjud saat di rumah) dan dilanjut dengan sholat isthikarah, yang memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT dengan semua permasalahan yang aku hadapi sekarang ini. Sungguh! Aku sangat tidak menyadari dengan apa yang aku alami di saat aku mencoba berdialog dengan Rabb-ku, aku merasakan semua jawaban tersirat secara jelas. Dengan bahasa-Nya yang syahdu, menyejukkan hati dan sangat menentramkan hatiku yang sangat kacau, carut marut akan seseorang selama ini. Jawaban² demi jawaban² yang aku butuhkan untuk menentukan masa depanku, diberitahukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Ya Allah... Engkau memang penuh rahasia tetapi Engkau tidak segan dalam memberikan jawaban itu kepadaku. Terima kasih atas jawaban² yang penuh makna dan berarti bagi diriku, keluargaku dan masa depan orang² yang mendukungku. Puji syukur ke hadiratMu tiada terkira..... Amin!
Aku segera menuju tempat tidurku lagi dan berusaha untuk kembali lagi kepada duniaku yang penuh dengan rasa tanggung jawab sebagai seorang laki² di martabat keluarga.
Astaghfirullah'al'adzim.... Aku mengalami sebuah mimpi yang aneh? Mimpi yang belum pernah terjadi selama ini. Di dalam mimpiku, aku mendapati bapakku bertahan dengan segala kekuatannya untuk menahan banjir bandang dan hujan yang sangat lebat dan deras. Bapakku hanya berbekalkan sebuah payung untuk menahan tubuhnya agar tidak membasahi tubuhnya yang sudah sangat "berumur". Anehnya, bapak berjuang sendiri dalam menahan serangan banjir bandang yang sudah mencapai leher beliau disertai dengan hujan deras tiada henti²nya. Kami sekeluarga hanya mampu berteriak-teriak untuk segera memanggil bapakku agar segera masuk ke dalam rumah, tetapi semakin keras kami berteriak semakin deras pula hujan yang diturunkan dan semakin besar pula datangnya banjir bandang tersebut. Hal lain yang mengancam keselamatan beliau, pintu rumah yang tidak pernah kami kunci tidak dapat dibuka sama sekali, padahal kami berjuang sekuat tenaga untuk dapat membuka pintu itu dengan harapan agar bapakku agar segera masuk ke dalam rumah kami. Aneh? Tetap tidak dapat dibuka! Kami pun hanya menangis karena kami merasa tidak menyelamatkan bapakku yang tengah sendirian berjuang menahan derasnya arus banjir bandang dan hujan deras. Tiba² dengan spontan aku pergi menghadap jendela ke arah datangnya banjirnya bandang dan hujan deras tersebut, dengan sekencang-kencangnya aku berteriak....
Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Asyhadu An Lailaha Illa Allah...
Asyhadu An Lailaha Illa Allah...
Asyhadu Anna Muhammad Rasul Allah...
Asyhadu Anna Muhammad Rasul Allah...
Hayya ‘alash sholat...
Hayya ‘alash sholat...
Hayya ‘alal falaah...
Hayya ‘alal falaah...
Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Lailaha ilallah....
Subhanallah... Ajaib! Setelah aku mengumandangkan kalimat adzan tersebut, dengan serta merta, angin yang dahsyat, banjir bandang dan hujan deras langsung berhenti dan hilang tak berbekas... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Saat itu juga, pintu rumahku langsung terbuka dengan sendirinya, awan² yang menghitam pergi entah kemana dan tampak sinar matahari dengan cerahnya menyinari rumah kami... Keluarga hanya melihat ke arahku dan bertany, Dungo opo kok iso langsung mandeg bencana iki?" --- (in Indonesia) "Doa apa yang kamu teriakkan hingga semua bencana ini berhenti?" Spontan aku jawab, aku tidak berdoa tetapi mengumandangkan ADZAN, yang biasa dilakukan muadzin untuk mengajak umat Islam sholat...
"Yazz..tangi..!!" teriak emakku sambil membangunkan aku, aku pun terbangun, sesaat aku melihat jam di dindingku... Ternyata masih jam 02.00 pagi... Dan aku dapati seluruh tubuhku basah dengan keringat, aku terbangun dengan keadaan terheran-heran..
"Ngopo bengok² adzan jam semene?" tanya emakku... Aku bingung...